SI PEREMPUAN GILA MENGEJAR SENJA (TRAVEL SERIES KARIMUNJAWA PART 1)

By Kartikanofi - April 25, 2018


“Ttttteeeettttt”

Bunyi peluit panjang mulai terdengar memicuh Pantai Kartini Jepara, pertanda Kapal Siginjai akan segera melaju menuju Pulau Karimunjawa. Kala itu matahari mulai tampak naik, terik panasnya masuk melalui jendela kapal, membuat suasana semakin panas.

Kapal Express dari Pelabuhan Kartini
Padahal Naiknya Siginjai
Seorang perempuan terlelap di kursi terbelakang kapal. Sesaat sebelumnya ia sempat berangan-angan menikmati alunan gelombang Laut Jawa dari atas kapal. Nyatanya ia telah melewatkannya. Ia cukup bebal memang. Selama waktu sehari sebelumnya, ia was-was mengejar senja dari Kota Semarang menuju Teluk Awur, sebuah dermaga yang menurutnya menjadi kenangan di masa kelamnya. Tak hanya itu, waktu malampun ia habiskan untuk mendumal, memaki game Mobile Legend. Game yang membuat candu sebagian kaum lelaki.
Dermaga Teluk Awur

Senja di Langit Teluk Awur
Empat jam berlalu di atas kapal yang sialnya tanpa sinyal ponsel, ia terbangun. Pandangannya tertuju pada jendela kapal yang mulanya berupa air laut biru berubah menjadi sebuah pemandangan bukit hijau menyembul ke arah langit, pertanda Pulau Karimunjawa hampir di depan mata.
Pulau Karimunjawa Mulai Terlihat dari Jendela Siginjai
Ketika Siginjai mulai bersandar pada daratan, ia bergegas membopong carrier 40 liternya menyusuri jalan setapak, keluar dari kerumunan orang-orang ricuh di pelabuhan.

Perjalanan belum selesai, ia harus menikmati perjalanan dari Pelabuhan Karimunjawa menuju Kemujan. Ia melewati sejumlah barisan pemandangan pantai, bukit bahkan bandara yang nampak sepi tanpa pesawat yang landas. Dari sudut wajah lusuhnya ia tampak girang bahagia, kau boleh menyebutnya Sarjana Kelautan UNDIP yang cukup lugu lantaran tak pernah menjamah tanah Karimunjawa.

Setengah jam ia tempuh dengan menyebut-nyebut kalimat “Kemujan mengejutkan”.

Ia menyusuri perkebunan dekat rumah inapnya yang sangat mengejutkan. Ia tidak menduga menemukan sebuah rumah panggung disertai masyarakat lokal. Empat ekor anjing putih menggonggong sekali, seolah-olah menyambut ramah perempuan itu. Ia memperhatikan seorang anak lelaki berlari bahagia mengitari rumah panggung, ia tertawa geli ketika pandangannya tertuju pada legging ungu yang dikenakan anak lelaki itu.


Si Anak Lelaki Memakai Legging Ungu

Dua Anak Kembar yang Kini Menjadi Sahabat Pena
Mereka menyambut hangat si perempuan dengan hidangan ikan bakar besar, ditambah kelezatan sambal jeruk. Tak lupa ia juga dengan nasi sebakul yang ia lahap sendiri.



Tak lama kemudian, matahari tampak keemasan, tanda senja akan segera tiba. Si perempuan berlarian di sepanjang jalan ujung barat Kemujan. Ia terus berlari sampai berhenti di salah satu titik tempat yang membuatnya tercengang, dermaga. Ketika itu matahari tampak setengah tertutup luasnya Laut Jawa disertai langit kemerah-merahan. Beberapa kapal berlayar meninggalkan garis pantai. Anak-anak Kemujan berlarian menuju rumah mereka.
Mengejar Senja Pertama

Mengejar Senja Kedua

Sampai di Titik Dermaga
Lain lagi dengan si perempuan yang hampir gila mengejar senja, ia tersenyum riang menatap senja yang sudah tak nampak tertelan lautan. Terkadang hanya diam menikmati sambutan angin. Ia enggan meninggalkan sang dermaga, bahkan ketika malam sekalipun.


Senja Mulai Menghilang
Ia masih tertidur di atas dermaga memburu bintang-bintang. Tampak lukisan langit malam yang sangat terang dilapisi bintang-bintang dan bulan yang hanya tampak setengah. Terpampang jelas gugusan bintang membentuk rasi orion. Sayangnya, tak mampu terbingkai kamera.
Dan Inilah Si Perempuan Gila

Kaki Si Perempuan Gila
Terimakasih Karimunjawa, atas langit yang kau persembahkan. Atas sebuah alasan yang membuat si perempuan semakin menggila merindukannya.



Gracias,



Kartikanofi

Baca juga :
Kisah Dibalik Gagal Island Hopping (Travel Series Karimunjawa Part 2)
Rengkuhan Perpisahan dari Sang Langit (Travel Series Karimunjawa Part 3)

  • Share:

You Might Also Like

6 komentar

  1. Wow .. so romantis banget tulisannya... Aku suka perjalanan yang Tak terduga Dan menghasilkan cerita

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah terimakasih kakak sudah baca tulisan saya

      Hapus
  2. Di atas karimunjawa kutemukan senja
    Berlari mengejar demi lukisan Sang Pencipta :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti orang gila yang menginginkan harapan :)

      Hapus
  3. Masya Allah, cantik sunsetnya. Tempat ini cocok gak sih mba kalau bawa anak balita?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Umur berapa mom? Soalnya disana hiburan disana kebanyakan snorkling sama island hopping. Tapi keliling pulau karimun sama kemujan aja udah puas kok, banyak tempat2 cantiknya. Kemarin aku jg ketemu satu keluarga bawa bayi 9 bulan dan mereka tetep enjoy :)

      Hapus

Please leave a comment and I'll be back to visit your page. Let's make a bingo!