KISAH DIBALIK GAGAL ISLAND HOPPING (TRAVEL SERIES KARIMUNJAWA PART 2)

By Kartikanofi - Mei 03, 2018


Kembali lagi, si perempuan gila membuka pagi hari dengan mengikat rambutnya membentuk ekor kuda. Kala itu ia sudah berangan-angan akan island hopping yang sudah direncanakan sebelumnya. Nyatanya, langit mulai menantangnya dengan mendatangkan hembusan angin dingin dan reruntuhan hujan.

Perjalanan Kemujan menuju Dermaga Karimunjawa pun tertempuh selama dua jam lebih karena berkali-kali harus berteduh, tak sanggup menerima tantangan hujan. Berkali-kali pula ia menghitung titik-titik air hujan yang menetes ke tanah untuk mengulur waktu sia-sia. Kau tak perlu heran, orang gila memang begitu.

Sampai pada akhirnya Dermaga Karimunjawa sudah di depan mata, namun angan-angan island hopping menjadi gagal. Meskipun hujan sudah mulai tak nampak, namun langit masih menghadirkan keadaan yang sama, mendung pucat. Ia menghembuskan napas panjang, mengatur emosinya tapi tetap dengan mulut menggerutu. Dalam batinnya, tak mungkin ia mengutuk Sang Neptunus atas kegagalan island hopping kala itu.
Pelabuhan Karimunjawa

Hiunya uhhh
Berjam-jam waktu terbuang sia-sia dengan berdiam diri menatap alun-alun Karimunjawa. Kau perlu tahu tentang alun-alun Karimunjawa yang nampak fana di siang hari, hanya seorang turis asing berlari-larian mengejar layangan. Namun di malam hari ia menyala terang, kau patut mencoba cumi saus tiramnya yang sangat lezat, percayalah pada lidahku.

Baiklah kembali lagi pada perempuan gila yang tak habis akal. Setelah secangkir teh hangat ia habiskan dan hujan mulai reda, ia menyusuri pantai-pantai tersembunyi di bagian arah matahari terbit Pulau Karimunjawa.

Turtle Point Beach

Ia berhenti di sebuah pantai yang nampaknya akan dibuka untuk umum. Terlihat sebuah pintu gerbang dari kayu yang baru terpasang bertuliskan Turtle Point Beach. Benar adanya, banyak properti yang telah dibangun di situ, mulai dari mini bar, ayunan, sebuah gubuk dan beberapa hammock bersejajar.

Hammock



Ayunannya
Gubuknya
Pemandangan dari gubuk
Seorang pria menyapu beberapa sampah ranting di atas hamparan pasir putih pantai itu. Ia berucap bahwa para turis asing menggunakan pantai ini untuk berpesta semalaman. Pun, ia menawari beberapa minuman alkohol dan soda pada si perempuan gila. Cukup sinting memang.
Si bapak pembersih pantai



Begitu matahari tampak samar-samar namun menghangatkan, si perempuan gila kembali menyusuri sepanjang pantai timur Karimunjawa dan melewati semak-semak yang cukup melukai kakinya. Ia berhenti pada suatu pantai yang menghadap utara. Di situ masih terlihat sepi, tiada seorangpun menjajaki pantai itu. Hanya terlihat sebuah bangkai kapal terbengkalai di sekitar pantai. Kau bisa membayangkannya jika berada di situ layaknya orang terdampar di suatu pulau.

Bangkai Kapal
Serasa Terdampar di Sebuah Pulau


Ia hanya singgah sebentar setelah menikmati sedikit jatah oksigennya di pantai itu. Kembali lagi ia melanjutkan perjalanannya menuju Pantai Ujung Gelam yang menjadi idaman para wisatawan menikmati sang matahari terbenam. Kala itu matahari tak nampak sempurna seperti hari-hari sebelumnya. Sebagian tertutup awan, namun tetap memikat. Begitupun sang langit yang tak mau kalah memikat dengan warna biru keabu-abuannya. Ia sangat menarik dinikmati dari sebuah gubuk yang menuju laut, gubuk yang menjadi kebanggaan senja di Karimunjawa.
Pantai Ujung Gelam

Dimana mana tetap main ayunan
Spot Favorit menikmati senja Ujung Gelam

Senja dari Gubuk
Ia selalu menciptakan suasana luar biasa dalam menikmati senja. Ketika orang-orang mulai menaiki kapalnya menjauhi Ujung Gelam dan para pedagang mulai menutup warungnya, si perempuan gila berjalan menuju arah sang matahari tenggelam hingga air laut membasahi tubuhnya. Ia hanya tertawa menikmati momen yang sangat ia suka, ketika matahari yang tidak tampak bulat sempurna mulai berjalan menuju cakrawala dan menyisakan sedikit cahaya yang mempertegas awan.
Senja dari Ujung Gelam
Si Perempuan Gila
Senja di balik botol

Kali kedua, terimakasih Karimunjawa yang mampu mengubah kekecewaan menjadi cerita indah di mata si perempuan gila.



Gracias,



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

Please leave a comment and I'll be back to visit your page. Let's make a bingo!