HAL-HAL YANG PERLU KAMU KETAHUI TENTANG BUGIS SINGAPORE (Part 1)

By Kartikanofi - September 24, 2018

 

Mendengar kata Bugis, terlintas dalam benak pikiranku tentang perkampungan yang terkenal dengan rumah panggungnya seperti rumah yang aku idam-idamkan selama ini. Nyatanya berbeda dari yang aku bayangkan ketika menyambangi kawasan Bugis di Singapura.
Ketika menapak tilas tentang sejarah berdirinya Bugis Village Singapore, memang Suku Bugis Sulawesi Selatan berperan sebagai tokoh utama dalam mendirikan wilayah ini. Mereka sangat piawai dan bengis layak bosnya dalam urusan perdagangan.

Awal mulanya pada pertengahan abad – 17 VOC berhasil menguasai Kerajaan Gowa Sulawesi yang menyebabkan sebagian orang Bugis memilih untuk berlayar meninggalkan tanah kelahiran mereka, tentunya menggunakan kapal kebanggaan Phinisi. Mereka berhasil mendirikan pusat perdagangan dan terlibat dalam urusan politik yaitu menaklukkan Jambi hingga menguasai Kerajaan Johor. Terbukti dari sultan Kerajaan Johor didominasi oleh keturunan Bugis. Pun, mereka melakukan perdagangan di Singapura sejak menjalin kerjasama dengan Sir Stamford Raffles. Nah kan sudah kubilang, mereka bosnya.

Sayangnya, orang-orang Bugis tak lagi menempati kawasan itu. Sebagian besar dihuni oleh Etnik Tionghoa dan Melayu, bahkan penduduk Timur Tengah juga banyak di situ. Lantas, apa saja yang terdapat di kawasan Bugis Singapura ini? Lihatlah, mungkin kamu tertarik!
  1. Sultan Mosque 

 
Megahnya Masjid Sultan

Kawasan ini memang ramah bagi para pelancong muslim. Terbukti dengan adanya kemegahan Masjid Sultan yang terkenal tertua di Negara Singapura ini. Masjid ini didesain dengan kubah berwarna emas menjulang sampai terlihat indah di sepanjang jalan Kampong Glam dan pagar yang dihiasi beberapa bendera Negara Singapura. Eh, ternyata waktu aku ke sana adalah satu minggu menjelang hari kemerdekaan Singapura.

Jika kamu menginap di daerah ini, jelas setiap hari akan mendengar suara adzan lima waktu yang nyatanya (tanpa aku sadari) waktu Isya menunjukkan pukul 19.30 waktu setempat dan aku telah melakukan Sholat Isya sebelum waktunya. Ya Rab, semoga Engkau menerima sholat hamba.
Belakang Masjid Sultan
  1. Arab Street
Arab Street
Terletak tepat di belakang Masjid Sultan. Di sepanjang jalan ini terdapat deretan ruko-ruko kecil yang menjajakan berbagai perlengkapan ibadah seperti songkok, Al Quran, busana muslim, bahkan sampai wewangian yang dipakai kaum lelaki ketika hendak melaksanakan Sholat Jumat. Tak hanya itu, di Arab Street ini juga terdapat restoran dan kafe khas Timur Tengah dan Melayu, bahkan Toserba 7 Eleven juga menyempil di tengah-tengah deretan ruko Arab Street. Barangkali kamu ingin membeli simcard murah seharga 12 SGD ataupun top up Ez Link card, bahkan saldo Ez Link card bisa digunakan untuk membeli jajan di 7 Eleven, lumayan jika saldo Ez Link Cardmu masih tersisa banyak sebelum pulang.
Deretan Ruko Arab Street
Arab Street memang sangat ramah bagi para pejalan kaki karena menyediakan tempat duduk di depan dan samping ruko. Sampai-sampai aku pernah bilang, “Enak ya pacaran sambil duduk-duduk di sini.”


  1. Haji Lane

Cukup berjalan lurus dari Arab Street, kamu akan menemukan deretan bangunan kafe dan butik bernuansa klasik yang memamerkan dinding dihiasi mural di sepanjang gang. Banyak kafe yang menyediakan tempat duduk di pinggir gang, sehingga ketika malam banyak orang menghabiskan waktu mereka sekedar untuk merokok, menikmati kopi atau bir di tempat duduk itu.
Butik di Haji Lane
Beberapa kafe memiliki jendela yang menghadap jalan, sehingga kamu bisa mengintip para barista meracik espresso dan merancang teh tarik. Literally, aku juga suka melihat seni orang menarik teh dari satu gelas ke gelas lainnya.
Mengintip Barista

Salah satu kafe yang terkenal paling ramai di sini yaitu Kampong Glam Cafe. Tidak ada menu yang istimewa di tempat ini, akupun heran. Mungkin memang suasana kafe yang nyaman dikunjungi waktu menjelang senja dan lokasinya yang sangat strategis karena berada di perempatan jalan antara Haji Lane dan Arab Street
Kampong Glam Cafe
Teh Limau di Kampong Glam Cafe
  1. Bugis Junction
Bugis Junction Mall (Sumber)

Memang Bugis Junction tidak masuk dalam daftar itenerary kami ketika melancong di Singapura. Tetapi secara tidak sengaja kami tersesat ketika mencari jalan keluar Stasiun MRT Bugis. Yah mengingat Stasiun MRT Bugis terkoneksi langsung dengan basement Bugis Junction Mall. Jangan heran kebanyakan stasiun MRT di Singapura terhubung dengan basement beberapa mall dan hotel.

Memang mall ini tidak semegah dan semegah ION Orchard ataupun Marina Bay Sand, tetapi banyak outlet belanja seperti mereka. Salah satunya Typo yang berada di lantai satu Bugis Junction Mall ini. Toko ini sangat terekomendasi untuk membeli notebook dan tumbler bekualitas bagus. Harganya juga tidak mahal, kemarin aku mendapatkan dua notebook seharga 10 SGD. 
Notebook dari Typo 10 SGD
Di seberang Bugis Junction (tidak jauh pula dari Bugis Street Market), kamu bisa menemukan Chinese Street Food. Pun, aku sempat mencicipi Noodle Chicken Dumpling seharga 12 SGD. Tapi rasanya agak hambar sih.
Noodle Chicken Dumpling


  1. Bugis Street Market
Bugis Street Market (Sumber)
Berada di seberang Bugis Junction Mall. Tempat ini banyak menyediakan oleh-oleh seperti gantungan kunci, baju dan beberapa camilan seperti coklat dan snack. Menariknya di tempat ini, kita bisa tawar-menawar dengan para penjual. Lebih menarik lagi, banyak penjual yang berbahasa Melayu biar kita menawarnya bisa lebih garang.

Tetapi untuk masalah harga, memang lebih murah di Mustafa Center yang terletak di kawasan Little India. Aku sempat membandingkan harga dua kotak coklat merlion di Mustafa Center seharga 8 SGD, sedangkan di Bugis Street Market ini jatuh dengan harga 10 SGD. Mungkin jika kamu jago menawar di tempat ini bisa mendapatkan harga yang lebih murah.
Lanjut ke part 2. Stay tuned.


Gracias,



Kartikanofi

  • Share:

You Might Also Like

6 komentar

  1. kirain orang2 bugis disana jadi bagian #CrazyRichAsians nyatanya udah gak ada ya.
    Duh, itu teh limaumu menggiurkan sekali mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha kebanyakan di daerah Bugis masyarakat golongan menengah, mbak. Yuk beli teh limau

      Hapus
  2. Di paragraf nyebutnya 10 SGD, di caption nyebutnya 10 USD. Menarik ha ha

    BalasHapus
  3. yang kuingat dari Bugis adalah tempat hotel diwaktu pertama kali main ke Singapura dan di sekitaran Stasiun MRT Bugis yang dapat menjangkau banyak tempat, mulai dari Masjid Sultan, Haji Line dll. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, stasiun MRTnya deket deket sama beberapa spot wisata. Bugis Junction aja di atas stasiun.
      Kalau ke Bugis wajib banget makan di Singapore Zamzam. Martabaknya enak banget.

      Hapus

Please leave a comment and I'll be back to visit your page. Let's make a bingo!