SEDERET KISAH KUSIR MATAHARI

By Kartikanofi - September 19, 2018

Pria datang setelah meninggalkan lintasan jalan kereta yang ia tunggangi, kereta matahari. Ia turun menapaki sabana yang katanya terindah di sepanjang daerah tropis. Ia bermaksud menemui seorang gadis anak manusia fana dan membelai pipinya.


Ialah Apollo Sang Penunggang Matahari. Pria penggoda yang mengandalkan permainan lyra sambil diiringi senandung lagu milik Good Morning Everyone. Gimana kau tak mudah tergoda seperti diterpa panah asmara Dewa Eros atas nama Apollo? Sedangkan rasanya tak mungkin bisa dinalar dan diumumkan pada dunia ini ketika kau menjalin cinta dengan sesosok dewa. Yang benar saja, apa kau mau menantang jiwamu di hadapan Hades Dewa Kematian?

Entahlah, sepertinya cinta yang kau mulai menjadi buta seperti menatap kereta Apollo seharian. Kau tak sanggup menolak akan kenangan yang Apollo ciptakan dengan dengan mengetuk jendela kamarmu setiap pagi dari balik keretanya dan menyambutmu dengan seikat bunga merah putih yang katanya ia curi dari taman milik Persephone. Begitu pula puisi yang ia kirim lewat Dewa Hermes pengantar pesan. Puisi yang ternyata ia kutip dari karangan WS Rendra atau Fiersa Besari mungkin.

Semestinya keupun sadar, Apollo hanya hadir saat 500 hari musim panas menyapamu. Begitu musim panas berlalu, kabarnya ia melaju menuju ujung utara dunia. Kau tak bisa merajuk sampai menahan Apollo untuk bersamamu. Kau bisa apa jika peranmu hanya manusia fana? Hei sadarlah, kau hanya sebatas tontonan para dewa dewi dari layar kaca Olympus. Atau mungkin kau hanya mainan asyik Dewi Cinta Aphrodite yang mudah meracuni manusia dengan jatuh cinta pada siapapun yang dia anggap menyenangkan untuk dipermainkan.

500 hari musim panas...

2300 hari musim panas...

3742 hari musim panas...

Apollo tak akan datang.

Kau tahu bagaimana rasanya kehilangan Apollo? Yah, seperti khatulistiwa tanpa disambut matahari.


  • Share:

You Might Also Like

2 komentar

Please leave a comment and I'll be back to visit your page. Let's make a bingo!