GARUDA WISNU KENCANA KINI

Januari 30, 2019


Tahun 2010, awal mula kedatanganku ke Garuda Wisnu Kencana (GWK), sebuah taman budaya yang digadang-gadang akan memiliki patung yang sangat besar dalam wujud Dewa Wisnu yang menunggangi burung garuda. Kala itu masih dalam tahap pembangunan kerangka badan. Beberapa tahun berlalu, kali kedua dan ketiga kunjunganku ke Bali selalu mengabaikan tempat ini karena terlalu membosankan.

Akhirnya di tahun 2018 patung Garuda Wisnu Kencana telah selesai dibangun dan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Tentu saja aku bergegas ingin datang kembali ke taman budaya ini. Yah ibarat seorang pacar, aku telah memutuskan hubungan dengannya secara sepihak karena terlalu membosankan. Giliran ia sudah menjadi pria dewasa dan mempesona, aku mengajaknya rujuk kembali. Lalu seutas garis petir di langit menggelegar dan Aphrodite Dewi Cinta melaknat, “Oh, keterlaluan! Oh, sungguh terkutuk! Kau.. kau mempermainkan perasaan seorang manusia.”

Konon, pembangunan Patung Garuda Wisnu Kencana ini berjalan selama 28 tahun sejak masa pemerintahan Orde Baru dan sempat mangkrak beberapa tahun. Untungnya, semasa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pembangunan dapat dilanjutkan kembali hingga kini tingginya mencapai 45 meter melebihi ketinggian Patung Liberty di Amerika Serikat.

Jika boleh berkomentar pedas, di awal kedatanganku ke taman budaya ini, aku merasa tempat ini seperti sebuah kota yang menjadi medan tempur Ultraman dan monster kecoa. Berantakan! Tetapi kali ini aku kaget, tidak hanya patung saja yang dibenahi, melainkan seluruh kawasan taman budaya sampai ke sudut-sudutnya.

Mulai dari lahan parkir yang dibuat sangat luas luas untuk kawanan bus yang mengantarkan anak-anak berkarya wisata. Area tiketing juga dibenahi lengkap dengan ketersediaan  layanan informasi lengkap dua bahasa. Jika lelah dan malas berjalan, mereka menyediakan bus tour untuk berkeliling GWK. Bus ini disebut dengan GWK Loop dan beroperasi setiap satu jam sekali.

Di jalan setapak menuju pintu masuk, terdapat beberapa kafe dan minimarket berjejeran. Pun, toilet tersedia di setiap tempat, tentunya dibenahi agar terlihat bersih dan tidak norak. Beberapa food truck juga terpampang berkelompok di ujung jalan setapak menuju pintu masuk.

Aku sangat terkagum-kagum dengan gedung pertunjukan seni di taman budaya ini. Dinding gedung pertunjukan seni dibuat menggunakan tebing batu kapur yang dicat merah dan dibentuk ukiran khas Bali. Gedung dibentuk panggung amfiteater dan memiliki atap agar terhindar dari panas dan hujan. Setiap pertunjukan memiliki jadwal masing-masing, di sini pula Tari Kecak ditampilkan. Tapi bagiku tentang urusan pertunjukan Tari Kecak terindah adalah Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu.
Pertunjukan Tari Gambyong

Pertunjukan Tari Barong

Para Penari yang Dirasuki Roh Leluhur
Yang paling menarik adalah melewati bebrapa anak tangga yang disebut Tirta Agung dan memasuki kawasan Kura-kura Plaza. Konon katanya Kura-kura Plaza adalah sebuah kolam yang memiliki air mancur suci dan terdapat patung kura-kura di tengahnya. Bahkan untuk memasuki kawasan ini, pengunjung harus mengenakan kain dan selendang yang mereka sediakan. Dalam Tradisi Bali penanaman Patung Kura-kura dilakukan sebelum pembangunan pondasi bangunan, terutama bangunan suci. Mereka percaya bahwa patung tersebut dapat menjaga kekuatan bangunan dari berbagai bencana alam. Semoga pondasi Patung Garuda Wisnu Kencana ini tetap kokoh berdiri di tengah negara yang hidup di dalam lingkaran cincin api ini.
Kura-kura Plaza
Sisi termenarik di dalam kawasan Garuda Wisnu Kencana adalah Lotus Park, sebuah tanah lapang berdinding batuan kapur. Dinding bagian tengah dibuat menjadi tiga lorong yang menghadap langsung Patung Garuda Wisnu Kencana. Di sinilah area spot foto yang paling menarik.
Area Spot Foto Paling Menarik (1) di Garuda Wisnu Kencana
Area Spot Foto Paling Menarik (2) di Garuda Wisnu Kencana

Seminggu setelah kedatanganku ke Bali, kawasan Lotus Park ini dimanfaatkan sebagai area konser DWPX 2018 atau lebih indahnya disebut Djakarta Warehose Project X Bali Edition 2018. Sebelumnya dipakai sebagai panggung konser Soundrenalin. Jadi, mana nih kaum tunjuk langit sambil loncat-loncat?
Patung Garuda Wisnu Kencana


GARUDA WISNU KENCANA CULTURAL PARK
Address: Jl. Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali
More info: gwkbali.com

You Might Also Like

28 komentar

  1. Kok kayake menarik ya menikmati waktu di sana ahahhahaha. Entahlah, mungkin karena saudha lama nggak ke Bali juga :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu ikut study tour anak SMA aja, Rul. Biar bisa ke Bali.

      Hapus
  2. ehmmm ajakin kesana dong qaqa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Skripsi gimana kabar? Ahaha lulus dulu, biar bebas jalan jalan.

      Hapus
  3. patung dan ukiran bali itu memang khas dan bagus ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener banget, Mbak. Tiap ke mana mana di Bali selalu ketemu patung dan segala macam ukirannya.

      Hapus
  4. Dan dinding itu adalah tempat yang paling gua pengen banget foto disana tapi masih belum kesamlaian hingga kini, belum ada temen yang mau diajakin liburan ke Bali 🙃🙁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikut anak SMA study tour aja, Mas. Haha
      Kalau mau foto di dinding itu dateng pagi jam 8, yang masih sepi.

      Hapus
  5. Lorong tebingnya itu krn bgt ya.. Sm spot ft di anak tangga itu jg keren loh ...aku ke sn agustus kmrn mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah aku malah nggak sempet foto di anak tangga, ngantri soalnya.
      Kalau di lorong tebing emang harus nunggu sepi dulu.

      Hapus
  6. Udah lama gak pernah ke sini. Huhuhu.. Dulu pas kesana belum buka. Kepagian 🤣🤣🤣 .. cuma poto2 di tangga depannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah sayang banget, padahal sekarang GWK udah bagus banget.

      Hapus
  7. oktober kemarin ke Bali, tapi nggak sempet mampir sini. cuma lihat GWK dari jauh aja. pingin masuk sih, pingin lihat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Patungnya tetep kelihatan dari kejauhan kan, Mbak? Cakep banget. Waktu itu aku lihat sampai pantai melasti patungnya masih nongol.

      Hapus
  8. sama,. dulu ke GWK pas masih jelek dan membosankan. Sekarang udah bagus gitu ya jadi pengen ke bali lagi,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi berasa pacar yang nggak setia ya haha. Trus udah lihat GWK versi terbaru belum?

      Hapus
  9. ke GWK pertama kali waktu SMA, tahun 2012. Sekarang udah selesai pembangunan full versionnya, cakep banget. tapi belum sempet kesana lagi :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rencanakan ke sana lagi, Mbak. Udah cakep sekarang.

      Hapus
  10. Saya tahunya Garuda Wisnu Kencana dari majalah Bobo yang katanya bisa melebihi tingginya patung Liberty. Eh ternyata betulan, jadi pingin lihat kesana langsung la..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh asyik ya majalah bobo, sampai gede masih dibaca baca.
      Yuh ke Bali dong.

      Hapus
  11. Sediihhh, saya belom pernah ke sini hiks, sampai dia jadi anak muda ganteng juga belum ke sana huhuhu.

    Padahal keren banget ya di sana, bisa gitu dulu kami udah di depan GWK tapi urung masuk karena udah kesorean.

    Ngarep bisa balik ke Bali dan harus kunjungin GWK ini :D

    BalasHapus
  12. Keren kak artikelnya..
    mampir ke blog ku yaa
    https://panduansatpam.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren dari sudut mananya dulu nih? Dibaca dulu atuh kalau mau titip link

      Hapus
  13. keren tuh tempatnya kak jadi pengen ke sana kira2 hari apa y yang pas buat ke sana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting weekday dan dateng pagi pagi jam 8 biar bisa foto di tengah tengah tebing tanpa noise manusia.

      Hapus
  14. Dulu pas waktu ke Bali, sempet ngunjungi GWK tapi itu patung belum jadi. Sekarang udah jadi dan kayaknya keren juga nih kalo jalan-jalan lagi kesana.

    BalasHapus

Please leave a comment and I'll be back to visit your page. Let's make a bingo!