KISAH SURAM DI BALIK KEMEGAHAN GRAND PALACE BANGKOK

Maret 03, 2019


“The Grand Palace is closing today!” Teriak seorang pria bertopi biru yang menghadang kami di depan Gedung Thawornwattu. Sayangnya, kami hanya mengabaikan saja.

Seperti sudah menjadi aib yang sudah menyebar di penjuru dunia, penipuan yang ditawarkan bapak-bapak ini memang kerap terjadi di dekat Grand Palace Bangkok. Mereka akan mengatakan jika Grand Palace tutup dan mengajak para turis untuk berkeliling ke tempat lain yang belum tersohor dan akhirnya meminta upah. Abaikan saja jika bertemu pria semacam ini!
 
Gedung Thawornwattu
Selembar uang 500 bath telah dibarter dengan selembar tiket masuk Grand Palace, sebuah istana yang dahulu menjadi singgasana para raja Thailand semenjak terbentuknya Dinasti Chakri. Kubah-kubah lancip berwarna kuning keemasan terlihat dari kejauhan. Katanya, kubah-kubah ini mengikuti gaya arsitektur khas Kamboja.
Kubah Emas di dalam Kompleks Grand Palace
Semua orang pasti terkejut jika dulunya Grand Palace hanya berdinding kayu, tak semegah ini. Namun, Raja Rama I sang pendiri Dinasti Chakri tak habis akal. Ia menitahkan bawahannya untuk memindahkan material bangunan di Ibu Kota Lama Ayutthaya ke dalam istana ini. Memang Ayutthaya sempat menjadi ibu kota Thailand sebelum diserang Bangsa Burma. Yah, pantas saja sekarang Ayutthaya tampak seperti kota bekas jajahan yang menyisakan kuil-kuil kuno.

Di dalam Kompleks Istana Grand Palace, aku sangat mengagumi gaya arsitektur Kuil Emerald Buddha yang menjadi bangunan pusat istana ini. Dengan atap berwarna biru tua, serta dinding luar bangunan berwarna biru usang dihiasi mosaik kaca dan butiran-butiran emas yang diukir dengan sedemikian rumitnya. Benar-benar rumit.
Dinding Luar Kuil Emerald Buddha
Bagian bangunan yang pernah menjadi kediaman raja adalah Phra Thinang Boromphiman. Inilah bangunan yang paling modern seantero Kompleks Grand Palace. Di balik kemegahan dan luasnya Grand Palace Bangkok ini, tersimpan sebuah cerita kelam di dalamnya.

Dahulu, seusai kembalinya Putra Mahkota Ananda Mahidol dari Swiss untuk menuntut ilmu, ia diangkat menjadi Raja Rama VIII. Ia menjadikan Aula Boromphiman sebagai kediaman resminya bersama Ibu Suri Srinagarindra dan adiknya Bhumidol Adulyadej.
Phra Thinang Boromphiman (Source: bangkokforvisitors.com)
Tepat di pagi hari tanggal 9 Juni 1946, seorang pelayan istana berteriak menemukan sang raja telah wafat tergeletak di atas ranjangnya. Kepalanya bersimpah darah dan sebuah pistol ditemukan di sebelah tangan kanannya.

Kejadian ini menimbulkan banyak spekulasi. Mulai dari bunuh diri, kecelakaan tak disengaja sampai skandal pembunuhan. Banyak fakta-fakta janggal yang ditemukan, namun tak ada kabar pasti mengenai penyebab pasti kematian sang raja.

Sampai pada akhirnya, secara resmi Kerajaan Thailand menyatakan bahwa sang raja wafat akibat kecelakaan. Tetapi setelah pernyataan resmi tersebut dilontarkan, mengapa dua orang pelayan raja dan satu orang sekretaris pribadinya divonis hukuman mati? Inilah peristiwa terbesar yang tidak pernah terungkap kebenarannya sepanjang Dinasti Chakri bertahta. Bahkan ketika kami menanyakan hal ini kepada supir taksi yang mengantar kami ke Grand Palace enggan menjawab. Dia hanya diam, padahal tadinya sangat antusias bercerita tentang Thailand.

Grand Palace tak lagi menjadi kediaman raja semenjak Bhumidol Adulyadej diangkat menjadi Raja Rama IX menggantikan kakaknya. Ia menempati Kompleks Istana Chittralada Bangkok di kawasan Dusit. Bhumibol tercatat sebagai pemimpin Kerajaan Thailand terlama, yaitu 70 tahun. Ia turun tahta di tahun 2016 menjelang kematiannya.
Ananda Mahidol dan Bhumibol Adulyadej (Source: www.vintag.es)
Kini, Thailand dilanda krisis militer, beberapa kali mengalami kudeta. Terakhir kali kudeta dilakukan tahun 2014, di mana Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dipaksa mengundurkan diri dan kondisi politik Thailand kini berada di tangan Junta Militer. Ditambah pula dengan Pemilu yang selalu ditunda-tunda sampai sekarang.
Phra Wiharn Yod


Semoga ketegangan politik Thailand segera pulih.

You Might Also Like

35 komentar

  1. Mahasiswaku pas abis ada acara di Mahidol University ya main ke sini juga ahahahahhah

    BalasHapus
  2. salam kenal,baru berkunjung di blog ini,desainnya bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal, terimakasih sudah mampir di blog saya.

      Hapus
  3. Kalau sudah urusan politik apalagi kekuasaan, ngeri memang ya. Di balik menggeliatnya pariwisata Thailand, ternyata ada saja cerita kelam yang berdiam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget. Semoga segera pulih lah kondisi Thailand.

      Hapus
  4. Dulu banget, sekitar 10 tahun lalu saya berkunjung kemari. Tempatnya memang keren sih. Tapi saya malah baru tahu lho, tragedi istana yang diceritakan di artikel ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Masih janggal aja sih sama kasusnya, masa pengumuman resmi kerajaan bilangnya karena kecelakaan. Mana ada kepalanya ditembak karena kecelakaan.

      Hapus
  5. Salam kenal, jadi tau sejarahnya terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal, sama sama. Semoga informasinya bermanfaat. Terimakasih sudah mampir.

      Hapus
  6. Balasan
    1. Sama sama, Mbak. Terimakasih sudah mampir.

      Hapus
  7. aku baru tahu kalau ada kisah pilu yang pernah terjadi di grand palace. Pas waktu kudeta tahun 2014 jugaa sangat menarik perhatian untuk disimak dan diikuti beritanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, tapi Thailand aman aman aja sih selama ini buat traveling. Cuma lagi krisis politik aja.
      Sampai saat ini pemilu selalu diundur.

      Hapus
  8. Aku baru tau disini pernah ada sejarah kelam terjadi di Grand Palace ..., seram juga ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya seram, Mas. Tapi tempatnya bagus, megah pula.

      Hapus
  9. sejarah itu memang kadang seram dan kelam, tapi ya namanya juga peradaban dinasti pada jamannya, pasti ada bumbu2 drama seperti yg diceritakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya juga ya. Politik negara kita sendiri juga banyak bumbu bumbu dramanya.

      Hapus
  10. Besok-besok kalau ada rezeki kesini, jadi tahu deh kisah kelamnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aammiin, semoga segera bisa ke Thailand ya Mas.

      Hapus
  11. Dan semoga masalah politik di negeri ini selalu damai ya mbak, miris banget kalau politik ini selalu menjadi sejarah berulang dimasa yang akan datang... Mungkin kematian raja Cakri juga berhubungan dengan politik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah mungkin juga sih berhubungan dengan politik. Secara setelah beliau meninggal adiknya langsung diangkat menjadi raja. Berkuasa 70 tahun lagi.

      Hapus
  12. Baru awal baca, udah dapet wawasan baru soal penipuan di sekitaran Grand Palace ini. Cuma tertarik banget soal latar belakang kekisruhan politik Thailand sih. Kalau sekarang kayaknya adem2 aja, tp nggk tau di sana masih ada konflik2 dingin atau tidak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang juga masih krisis politik, Mas. Setelah tahun 2014 mengalami kudeta, malah sekarang dikuasai militer.
      Tapi yah meskipun begitu Thailand tetep aman aman aja kok buat traveling.

      Hapus
  13. Kisah klasik kerajaan selalu saja diwarnai dengan perebutan kekuasaan ya Mbak, selalu saja ada yang dikorbankan untuk memenuhi ambisi seseorang. Tapi bagaimanapun juga Thailand tetap terkenal dari segi pariwisatanya, banyak tempat indah di sana :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, meskipun sekarang masih dilanda krisis politik, Thailand tetep menyenangkan buat traveling.

      Hapus
  14. Detail dinding bangunannya luar biasa ya.. ? Dan sepertinya memang dominan warna gold. Mungkin sebagai lambang kekayaan. Owh.. ternyata ada tragedi juga toh..? Tapi kalo dinasti2 sering ada tragedi yang misterius ya.. hihi.. menambah cerita di kehidupan mendatang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap katanya dibangun semegah itu untuk menunjukkan kejayaan Dinasti Chakri pada waktu itu.
      Nah itu, kerajaan selalu diwarnai drama seperti drama Korea pada umumnya.

      Hapus
  15. Lah, gw malah baru tau. Gw dulu main ke palace mah main aja, kagak brosing apa-apa, wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha sama sih, tapi abis pulang baca berita BBC tentang Thailand malah jadi penasaran. Ya udah, sekalian ditulis di blog.

      Hapus
  16. Menarik sekali ceritanya jadi antusias buat melihat langsung kemegahan istana raja Thailand ini, ceritanya yang bikin penasaran tentang penyebab kematian si raja seperti kayak ada yang disembunyikan gitu sampe si supir taksi yang mbaknya naikin gak ngejawab. kemungkinan memang ada yang disembunyikan dan jadi rahasia kerajaan sampe hari ini. kalo dengar dari cerita warga lokal langsung mungkin bisa tahu sedikit yah. jadi bikin penasaran nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya gitu. Sampai sekarang nggak ada kejelasan penyebab kematian raja. Aneh aja kalau akibat kecelakaan,nggak diungkap detail pula.

      Hapus
  17. raja Bhumibol ini kesayangan rakyat banget deh. inget kesana pas Bhumibol ulang tahun, ruamenya parah banget. rakyat pada merayakan sambil pake-pake kaos kuning gambar raja. perahu-perahu kerajaan pada keluar dari garasinya. pokoknya meriah tupah ruah.
    sayangnya sekarang belum ada penggantinya.

    BalasHapus
  18. Dibalik kemegahan sebuah bangunan, tersimpan beragam kisah ya.
    Kayaknya semakin megah, kisahnya juga semakin dramastis :D

    Btw saya gagal fokus ama penipuan2 seperti itu, dan berterima kasih banget ama banyaknya teman-teman travel blogger yang selalu menuliskan hal kecil namun penting seperti itu, agar orang lain gak lagi terkecoh akan hal itu :)

    BalasHapus
  19. Sudah jadi rahasia umum bagi warga setempat; "harang" hukumnya untuk berbicara tentang royal family. It's a BIG NO-NO!

    BalasHapus

Please leave a comment and I'll be back to visit your page. Let's make a bingo!